Wednesday, May 15, 2013

Pluralitas Contemporary Art

Pluralitas Contemporary Art - Pluralitas bisa dikatakan kebebasan dalam menggagas pemahaman kita akan sesuatu berdasarkan presfektif dari apa yang kita lihat, dengar, dan dirasakan, tentunya mengerucut pada satu titik yaitu apa yang dijalani dalam kehidupan. Namun, lahirnya pluralisme ini cukup ditentang oleh berbagai kalangan karena kecenderungannya merujuk pada SARA.

Padahal kecenderungan tersebut tergantung bagaimana masyarakat meletakannya dan juga menggunakannya. Dapat kita lihat yang terjadi pada seni, Contemporary Art atau seni kekinian yang digebrak oleh postmodernisme memberikan makna pluralitas tersendiri bagi pemaknaannya.

Indonesian contemporary art gallery seperti Edwin’s Gallery merupakan penggebrak seni kekinian, makna dalam sederet karya seni yang disuguhkannya memiliki makna kebebasan tersendiri terhadap suatu hal atau banyak hal yang dialami seniman itu sendiri, masyarakat luas, ataupun bangsa ini.

Seni seperti apapun tentunya memiliki makna tersendiri, suatu hal yang tidak masuk akal seandainya suatu seni yang diciptakan tidak memiliki makna, setidaknya latar belakang terciptanya karya seni tersebut bisa menjadi titik dari pemaknaan. Lahan tema dari terciptanya seni saat ini lebih merujuk kepada potret sosial, politik, kondisi bangsa dan masyarakatnya sendiri.

Bisa dikatakan bahwa seni merupakan media penyuaraan atas penentangan ketidaksetaraan pemahaman dan kehendak atas sistem politik, ekonomi, keadaan sosial, dan segala aspek yang melahirkan presepsi tersebut. Terlebih, banyaknya konflik-konflik yang mengigi di Negeri kita pluralitas dalam Contemporary Art cukup menjadi penggagas masyarakat dalam menyuarakan ketidaksetaraan yang terjadi, bisa dikatakan penyuaraan terhadap prespektif kehidupan.

No comments:

Post a Comment